Big Think, Love & Success!!

.

Di Yogyakarta aku Tinggal

Kota Yogyakarta, kota pusat pendidikan di pulau jawa bagian tengah. Menyimpan berjuta kenangan bagi siapapun yang pernah belajar disini...

Berjuta Pesona

Yogyakarta dan pesona nya memikat mata warga dunia. Sudah siapkah menjadi bagiannya?...

Kendalikan Kecepatanmu

Persiapkan diri untuk melaju ikuti perkembangan dunia..

Harmoni dan Kesembangan

Hidup seimbang ciptakan harmonisasi diri..

Keindahan

Keindahan itu adalah impian setiap insan....Keindahan Hidup dalam menuju keabadian

Kamis, 11 Agustus 2011

Kedudukan Al Qur'an di Hati Muslimin

Di sarikan: Ari Wahyono
sumber: e-book:"kedudukan AL QURAN dalam hati Musllim"

"Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud ,   (107)
 dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi."(108)
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'(109)"
[QS Al Israa : 107-109]
Al QUr'an


Kedudukan Al Qur'an dalam Hati Kaum Muslimin:
1. Kaum muslimin memandang Al Qur'an dari Yang Menurunkannya, Ia (Al Qur'an) adalah produk Robbani. Berasal dari yang Maha Segala-galanya.
2. Rosulullah SAW dan para Sahabat memandang bahwa Al Qur'an adalah OBAT dari SEGALA PENYAKIT HATI.
3. Para Sahabat memandang Al QUr'an adalah NASEHAT dari Dzat yang Mat Sayang terhadap mereka. Jadi manakala mereka melakukan kesalahan mereka senang hati segera kembali kepada kebaikan.
4. Para Sahabat memandang bahwa Alam Semesta, Dirinya dan kehidupan ini adalah ciptaanNya, oleh karena itu Al QUran yang merupakan petunjukNya akan selalu selaras dengan kehidupannya. Karena Allah SWT telah menciptakannya sebagai satu kesatuan yang padu.
5. Al QUr'an adalah Kasih sayang ALlah SWT , Para sahabat menerima kehadirannya beserta seluruh isinya dengan senang hati tanpa adanya paksaan.

Interaksi dengan Al Quran: Sejuk dan obati hati yang sakit..

Dengan kedudukan inilah maka mereka kaum muslimin akan menyadari kedudukan penting ini sehingga mereka akan memiliki sikap utama:
1. SUKA MEMBACANYA
2. GEMAR MENTADABURI MAKNA DAN KANDUNGANNYA'
3. MEMPELAJARI DAN MEMPERDALAM PEMAHAMANNYA
4. MENGAMALKAN ISINYA
5. MENDA'WAHKAN AJARANNYA
6. BERSUNGGUH MENJADIKANNYA RISALAH KEHIDUPANNYA


Mari jadikan Al Qur'an petunjuk jalan kita yang terbaik, Semoga Allah SWT mempertemukan kita pula dengan balasan terbaikNYa. Wallahu a'lam

Rabu, 10 Agustus 2011

Tarbiyah Ruhiyah (Keimanan) bagi Anak


Penasejati: Edisi untuk Muslimah
Pendidikan Fundamental : IBU

Allah berfirman, artinya: "Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dipe-rintahkanNya kepada mereka dan selalu menger-jakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim: 6).

Menafsirkan firman Allah, 'Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka', Ali bin Abi Thalib  mengatakan, 'Didiklah dan ajarilah mereka, lakukan keta'atan kepada Allah, jauhi kemaksiatan kepadaNya dan perintahkan keluargamu untuk senantiasa berdzikir, niscaya Allah menyelamatkan kalian dari api Neraka'.

Seorang ummi (ibu) muslimah semestinya adalah orang yang paling banyak diam di rumah dan bergaul dengan anak-anak mereka. Maka berkaitan dengan tanggung jawab ini seorang ummi muslimah mempunyai peran khusus. Rasulullah  dalam sebuah haditsnya yang panjang bersabda: "Dan seorang wanita adalah pemelihara bagi rumah tangga suaminya dan anaknya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka." (HR. Al-Bukhari).

Permasalahannya adalah bagaimana caranya agar seorang ummi (ibu) benar-benar berfungsi sebagai madrasah bagi anak-anak mereka? Jawabnya tentu dengan mempersiapkan mereka dengan ilmu syar'i yang akan mereka amalkan serta mengajak orang lain untuk mengamalkannya, ke-mudian sabar dalam melaksanakannya. Untuk itu, setiap ummi muslimah harus mem-persiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya, terutama dalam memberikan tarbiyah imaniyah (pendidikan keimanan) kepada anak dan keluarga pada umum-nya. Di antara hal-hal yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan tarbiyah imaniyah adalah sebagai berikut:

Memilih pasangan hidup sesuai dengan yang dikehendaki Allah. 
Artinya, tanggung jawab ini sudah dimulai ketika seorang muslim/muslimah beranjak membangun kehidupan baru (berumah tangga). 
Rasulullah  bersabda, artinya: "Seorang wanita dinikahi karena empat perka-ra; karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang taat pada agama, (jika tidak) engkau akan merugi." (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah ). 
Rasulullah  juga bersabda: "Jika datang kepada engkau seseorang yang engkau ridhai dien (agama) dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, jika tidak maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi." (HR. At-Tirmidzi, hasan gharib).

Sebuah rumah tangga yang dibangun di atas kaidah yang benar dalam memilih pasangan hidup akan membantu terwujudnya kehidupan yang selamat dan bahagia dengan idzin Allah. Karena itu, raihlah keberuntungan itu dengan menikahi wanita yang baik agamanya. Mengingat Allah dalam setiap keadaan. 
Mendo'akan kebaikan untuk anak sebelum mereka dilahirkan. 
Dan hendaklah beberapa saat setelah kelahiran anak , sang ummi mengenalkan kalimat tauhid melalui adzan pada telinga sang bayi. Rasulullah  mencontohkan hal ini sebagaimana tersebut di dalam hadits Abi Rafi'. "Aku melihat Rasulullah r mengumandangkan adzan pada telinga Al-Hasan bin Ali ketika Fati-mah melahirkannya dengan selamat dengan adzan shalat." (HR. At-Tirmidzi. Al-Albani berkata, hasan shahih).
Sehingga kalimat yang mengandung keagungan Allah inilah sebagai hal pertama yang ia dengar.

Seorang anak, tanpa diperintah ataupun dilarang akan menirukan segala ucapan dan gerakan sang ummi. Seorang anak kadang kita lihat menirukan gerakan orang tuanya dalam shalat, duduk, ruku' dan sujud. Juga dia selalu berusaha mengulangi ucapan-ucapan yang ia dengar. Dan ini terjadi di saat usia mereka masih kurang dari tiga tahun maka ummi-lah yang harus pandai-pandai menjadi contoh langsung bagi anak-anak mereka.
Sebagaimana kita ketahui bahwa tauhid merupakan asas pokok dalam beribadah kepada Allah, maka sudah selayaknyalah sedini mungkin kita mengenalkan kepada anak tentang keesaan Allah, rububiyah-Nya, uluhiyah--Nya serta asma' dan sifatNya, hingga mereka mampu beribadah kepada Allah sesuai dengan syari'at yang dikehen-dakiNya. Misalnya kita jelaskan tentang konsekuensi-konsekuensi tauhid lewat kisah-kisah atau kita berikan contoh-contoh yang bisa membawa anak memikirkan tentang makhluk-makhluk Allah yang menunjukkan keesaanNya. Hal itu misalnya dilaku-kan dengan melihat alam sekitar, sehingga secara bertahap akan tumbuh iman mereka kepada Allah  dengan dalil dan petunjuk.  

Melatih anak-anak dengan latihan-latihan ibadah seperti shalat, shiyam (puasa), shadaqah serta membiasakan mereka dengan do'a-do'a yang masyru' (diajarkan) dalam setiap keadaan, sehing-ga tumbuh iman dan tawakkal (ketergantungan) mereka kepada Allah.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari seorang shahabiyah Rubayyi binti Muawwid. "Rasulullah  mengirim utusan pagi hari Asyura ke kampung-kampung kaum Anshar (untuk meng-umumkan), 'Barangsiapa berbuka pada hari ini maka hendaknya ia menyempurnakan sisa harinya dengan berpuasa dan barangsiapa berpuasa pada hari ini maka hendaknya ia sempurnakan puasanya.' Rubayyi berkata, 'Adalah kami berpuasa setelah itu dan kami mempuasakan anak-anak kami, kami buatkan untuk mereka mainan yang terbuat dari bulu. Apabila di antara mereka ada yang menangis minta makan, maka kami berikan mainan tersebut hingga tiba waktu berbuka.'"

Dalam hadits di atas terdapat dalil untuk mela-tih anak-anak berpuasa dan membiasakan mereka beribadah hingga tumbuh menjadi pemuda- pemudi yang taat.

Ketika menginjak usia tujuh tahun hendak-nya sang ummi mengajarkan kepada anak-anak mereka tingkatan-tingkatan dien yaitu Islam, iman, dan ihsan, mengajarkan kepada mereka hukum-hukum thaharah dan shalat, baik rukun-rukun, kewajiban, sunnah-sunnah serta pembatal-pembatalnya, dengan menghafal dalil-dalilnya. Hal ini harus terus kita lakukan tanpa bosan-bosan selama tiga tahun dalam rangka melatih mereka. Dan itu bisa menggunakan banyak cara, baik rayuan, pemberian hadiah ataupun dalam bentuk ancaman jika diperlukan. Dan jika telah berusia 10 tahun tetapi mereka masih lalai, kita memu-kulnya dengan pukulan yang mendidik tanpa menimbulkan luka. Rasulullah r bersabda: "Perintahkan anak-anak kalian melakukan shalat ketika berumur 7 tahun dan pukullah mereka (jika meninggalkannya) ketika mereka berumur 10 tahun dan pisahkanlah mereka diwaktu tidur." (HR. Ahmad).Dan bagi anak laki-laki hendaknya mulai dilatih menunaikan shalat berjamaah bersama kaum muslimin karena hal itu wajib atas kaum laki-laki.

Mengajarkan Anak tentang sejarah Nabi  untuk diteladani.
Ini perkara pen-ting yang harus diketahui setiap muslim. Lalu hendaknya dilanjutkan dengan sirah (sejarah) para sahabat dan tabi'in y. Karena Rasulullah r serta para tabi'in adalah teladan seti-ap muslim.
Memilihkan tempat-tempat dan teman-teman yang membantu mereka memahami dien. Misalkan mengikutsertakan anak dalam ta'lim-ta'lim (pengajian-pengajian) atau untuk mengha-falkan surah-surah Al-Qur'anul Karim sesuai dengan kemampuan mereka. Dan hendaknya kita menjauhkan anak dari lingkungan orang yang bisa merusak dien serta aqidahnya. Karena itu, seorang ummi harus bersungguh-sungguh di dalam mengontrol dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Rasulullah r bersabda: "Perumpamaan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dengan seorang pandai besi." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'anul Karim sudah selayaknya kita kenalkan kepada anak-anak sedini mungkin. Kita biasakan mereka berbahasa Arab yang fasih sesuai dengan kemam-puan kita sehingga mereka menjadi fasih dalam berbahasa Arab. 
Hendaknya pada setiap rumah tersedia perpustakaan yang berisi kitab-kitab yang ber-manfa'at dan menjauhkan anak-anak dari bacaan-bacaan yang bisa merusak aqidah dan akhlak mereka, baik berupa televisi, majalah-majalah ataupun bacaan-bacaan lain yang penuh penyim-pangan dan kesesatan.
Hendaknya disediakan pula untuk mereka kaset-kaset bacaan Al-Quranul Karim atau ceramah-ceramah yang bisa memupuk aqidah dan keimanan, sehingga mereka tumbuh menjadi seorang muslim dan muslimah yang ta'at, baik dalam ucapan maupun amalan. Wallahu a'lam.

Disarikan dari kitab Al-Mar'ah Al-Muslimah fi Manziliha, Ahmad bin Muhammad Aba Bathin, Kitab Ahkamut Tifl, Ahmad Al-I'sawiy, Majalah Al-Ashalah no. 10/1414 H. (Ummu Fatimah Al-Atsariyah).

Selasa, 09 Agustus 2011

Cerahkan Hidupmu, Berinteraksilah dengan Al Quran

Oleh Ari Wahyono


Tadarus Al Qur'an



"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Al Ankabut : 45)

Dalam riwayat hidup Imam Syafi'i, kita tentu terkejut ketika membacanya. Dan sebelumnya pun kita tentu bertanya-tanya. Imam salah satu Madzhab ini seperti apakah interaksinya dengan Al Qur'an di Bulan Ramadhan?. Semoga kita beajar dan meniru beliau juga. Beliau membaca Al Qur'an dan mengkhatamkannya 60 kali dalam sebulan di bulan ramadhan dan ini beliau lakukan semenjak beliau menghafal Al QUr'an diusianya 10 Tahun hingga akhir hayatnya.
Subhanallaah...

Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan nasihat singkatnya dalam pertemuan:
"Jika hidup kita ingin cerah dipenuhi cahaya dan kemudahan. BErtemanlah dengan Al Qur'an. Sibukkan diri kita dengannya. InsyaAllah....Jangan lupa membacanya sebanyak mungkin tiap hari, dan sebanyak mungkin berinteraksi dengannya. Yakinlah Allah SWT akan menurunkan peetunjuknya kepada kita. Wallahu a'lam"


Hidup kita akan cerah ketika bersama Al Quran tentunya, karena beliau (imam Syafi'i) telah membuktikannya betapa hidupnya BERCAHAYA karena interaksi beliau dengan Al Quran sungguh menakjubkan.
Tak banyak kata, mari kita tauladani. Semoga hidup kita BERCAHAYA. Wallahu a'lam





Senin, 08 Agustus 2011

Shadaqoh Sungguh Menakjubkan

Oleh. Ari Wahyono

Rosulullah SAW bersabda:
"Setiap orang akan berada dalam naungan shadaqohnya hingga ia menerima putusan masalah yang berhubungan manusia lainnya" (HR. Ahmad)

 Kemudian Rosulullah SAW juga bersabda:
"Tiada seorang hamba yang menshadaqohkan sesuatu semata-mata mencari keridhoan Allah SWT, kecuali Allah berfirman pada hari kiamat nanti:" Wahai hambaKu, engkau telah mengharapkan keridhoanKu, maka pada hari ini aku tidak akan menghinakan dirimu. Aku haramkan tubuhmu tersentuh api neraka dan masuklah kedalam syurga dari pintu mana yang engkaukehendaki" (HR.La-aal)*
Memberi

Hari akhir, hari kiamat dan hari pembalasan adalah hari yang 'mengerikan' bagi siapapun yang kurang berbekal diri. Semua insan tak kan dapat mengelak lagi dari beratnya akibat dari kekeliruan, kesalahan dan dosa yang ia lakukan. Kita pada saat itu akan mencari naungan, mencari perlindungan padahal tidak ada lagi naungan dan perlindungan melainkan apa yang telah di tanamkan.
Pemberian ada beberapa macam, tergantung meniatkan dan meng aqod kannya. Nah, Rosulullah SAW dalam hadis di atas memberikan gambaran betapa pemberian yang berupa shodaqoh ini memilliki keistimewaan yang luar biasa.
Beberapa keistimewaan tersebut jika kita ringkas:
1. Menjadi naungan di hari tiada naungan.
2. Menjadi 'Pasport' ke syurga.
3. Menjadi 'kartu garansi' pelindung diri dari api neraka.
di bulan ramadhan ini masih ingatkah doa kita yang kita ulang?.
kurang lebih:
"aku bersaksi tiada Illah selain Allah, dan aku bersaksi tiada Muhammad SAW adalah utusan Allah, aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon jadikan aku penduduk syurga, aku berlindung kepadaMu dari neraka, Yaa Allah sesungguhnya aku memohon maaf kepadaMu..."
benang merah doanya adalah AGAR kita DIAMPUNI, JAUH dari NERAKA, MEnjadi PENDUDUK SYURGA.
Shadaqoh adalah salah satu 'passport'nya. Mari dibulan istimewa ini menjadi istimewa pula dengan Shadaqoh.
Wallaahu a'lam bish showaab.

*) Nasihat para Hamba, hal. 125.penerbit ibs

Minggu, 07 Agustus 2011

Terbukanya Pintu Taubat


Ditulis: Ari Wahyono

 


Rosulullah SAW bersabda:
"Disekitar 'Arsy terdapat tulisan yang berumur 4000 tahun sebelum dunia diciptakan. Tulisan itu berbunyi:"Wa innii laghoffaarun liman wa aamana wa'amila shoolihan tsummah tadaa." (Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi setiap orang yang bertaubat, beriman dan beramal sholih, kemudian ia berusaha mendapatkan petunjuk). (HR. Dailami)


Allah tidak memberikan kesempatan bertaubat melainkan Dia (Allah SWT) telah menyediakan pintunya

Kesalahan, kekeliruan, alpa, lalai, lupa adalah hal yang sangat lumrah alias wajar berada dan melekat dalam diri manusia. Namun bukan berarti ini adalah legitimasi atau isyarat legal manusia boleh melakukan selaksa kesalahan tanpa hitung.
Allah SWT Maha Teliti atas apapun yang kita lakukan.
Bahkan tiada sehelai daun gugur dari tangkainya di gelap malam gulita melainkan Allah SWT mengetahuinya. Merinding kalau kita merenungi ini.
CCTV teknologi tercanggi saat ini yang bisa mengamati sesuatu dari monitor kontrol hanya menjangkau tempat yang di 'sorot'nya tak lebih. Namun Allah SWT dalam 24 jam dapat MENGAWASI semua yang terjadi DETAIL di seluruh penjuru alam semesta ini.
Oleh karena itu, apakah kita masih merasa yakin bisa lolos dari pengamatanNYa. Jawabnya tentu absolut: TIDAK!!!. Nah, marilah dengan kesadaran ini kita segera kembali kepada keadaan kita sebagai insan, hamba Allah SWT. Bertaubatlah, sebelum pintu itu di tutup untuk kita selamanya.
Kapan pintu itu tertutup? SAAT ruh kita sampai di kerongkongan yakni pada peristiwa sakarotul maut.
Jangan sampai kita kembali kepadaNya dalam keadaan KOTOR berlumur DOSA dan KESALAHAN. Wallaaahua'lam.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Delapan Perhiasan

Di tulis : Ari Wahyono
Berlian
 Perhiasan adalah sesuatu yang keberadaannya menjadikan nuansa lebih indah dari sebelumnya. jadi sesuatu yang di hias akan memberikan nuansa keindahan. keindahan sendiri merupakan kebutuhan insan yang selalu ia cari, karena tiap insan telah di jadikan oleh Allah SWT memiliki kecenderungan yang kuat memiliki keindahan keindahan.
Mengapa demikian? Ya, karena insan adalah Hamba Allah SWT  Yang Maha Indah, sehingga fitroh nya akan mencari KEINDAHAN. Manusia akan berbahagia bersama keindahan.
Perhiasan bisa berupa materi (fisik), bisa berupa sikap (non fisik) dan bisa berupa insan....

Abu Bakar As Shidiq r.a: "ada delapan perkara yang merupakan perhiasan bagi delapan perkara yang lain:
1. Memelihara diri dari meminta-minta adalah perhiasan bagi kefakiran,
2. Bersyukur kepada Allah merupakan perhiasan bagi nikmat yang telah diberikanNya,
3. sabar adalah perhiasan bagi musibah,
4. tawadhu adalah perhiasan bagi (kemuliaan) nasab (keturunan),
5. Santun adalah perhiasan ilmu,
6. rendah hati adalah perhiasan bagi pelajar,
7. tidak menyebut-menyebut pembarian merupakan perhiasanbagi kebaikan,
8. khusyu' adalah perhiasan bagi shalat.
"


Milikilah delapan perhiasan ini semoga kita semua menjadi lebih indah pula di hadapanNya. Amiin.
Berikut sabda Rosulullah SAW berikutnya,
"Kasihanilah pemuka suatu kaum yang telah menjadi hina, kasihanilah orang kaya yang jatuh miskin. Kasihanilah orang 'Alim (berlmu) yang tersia-siakan diantara orang-orang yang tidak berpengetahuan"

Pembaca sekalian, sungguh indah apa yang Abu Bakar r.a dan Rosulullah SAW sampaikan ini. Semoga mencerahkan hati kita hari ini. Wallaahu a'lam.

Disarikan dari Kitab Nasaa'ihul "Ibaad (Syaikh Imam Nawawi Al Bantani).

Jumat, 05 Agustus 2011

8 Kelelahan yang di sukai Allah SWT dan Rosulullah

Oleh. Ari Wahyono
Kelelahan

Banyak diantara kita menghindari kelelahan sementara itu sebenarnyalah kelelahan adalah fitroh insaniyah. Tiap insan dapat dipastikan akan merasakan kelelahan. Nah berikut ini adalah daftar kelelahan yang sebenarnya memiliki barokah karena lelah-lelah ini DISUKAI Allah SWT dan RosulNya.
Lelah itu adalah sebagai berikut:

1. Lelah dalam Jihad (QS.9:111)
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar" (QS At Taubah : 111)


2. Lelah dalam Dakwah (QS.41;33)
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS.Fushshilat : 33)
3. Lelah dalam Ibadah dan Amal Sholih (QS.29 : 69)
"Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim" (QS.As Syu'aara : 69)

4. Lelah dalam mengandung, melahirkan, menyusui (QS.31: 14)
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu" (QS.Lukman 14)
Lelah selama kehamilan (mengandung)

5. Lelah dalam mencari NAFKAH (QS.62 : 10)
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" (QS. JUmuah : 10)


6. Lelah dalam mengurus keluarga (QS.66:6)
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. At Tahrim : 6)

7. Lelah dalam BELAJAR mencari ILMU (QS.3: 79)
"Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani[208], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (QS. Ali Imron : 79)


8. Lelah dalam Susah, Miskin dan Sakit (QS.2 : 55)
"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya".(QS. Al Baqoroh : 55)

Nah coba renungi sekali lagi adakah dari ke-8 hal ini ada yang berani mengatakan apa lelah melakukan aktivitas ini?. Semua ke delapannya diperlukan sungguh-sungguh sehingga sangat melelahkan.  Karena itu mari kita bersama-sama menikmati KELELAHAN yang penuh barokah ini.
Wallahu a'lam