Big Think, Love & Success!!

.

Di Yogyakarta aku Tinggal

Kota Yogyakarta, kota pusat pendidikan di pulau jawa bagian tengah. Menyimpan berjuta kenangan bagi siapapun yang pernah belajar disini...

Berjuta Pesona

Yogyakarta dan pesona nya memikat mata warga dunia. Sudah siapkah menjadi bagiannya?...

Kendalikan Kecepatanmu

Persiapkan diri untuk melaju ikuti perkembangan dunia..

Harmoni dan Kesembangan

Hidup seimbang ciptakan harmonisasi diri..

Keindahan

Keindahan itu adalah impian setiap insan....Keindahan Hidup dalam menuju keabadian

Tampilkan postingan dengan label Tom and Jerry Mengajari anak Sadir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tom and Jerry Mengajari anak Sadir. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Januari 2011

Waspadai Sadisme di Film Kartun Anak-anak "Tom And Jerry"

Waspadai Sadisme di Film Kartun Anak-anak "Tom And Jerry"

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Hampir dipastikan anak-anak di Tanah Air pernah menyaksikan serial film kartun Tom and Jerry. Tapi tahukah Anda para orang tua bahwa film yang mengangkat kisah abadi perseteruan dua makhluk kucing dan tikus berbahaya bagi anak-anak karena menyuguhkan aksi sadisme?

Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa meminta para orangtua terutama ibu untuk mewaspadai tayangan-tayangan merusak seperti yang terdapat pada Tom and Jerry atau film lainnya. “Di sejumlah negara Eropa seperti di Perancis sudah didemo besar-besaran, tapi di Indonesia film itu masih beredar luas,” katanya kepada Republika di Jakarta, Senin (3/1).

Selain itu, ungkap Khafifah yang juga Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, hal lain yang menghawatirkan terutama bagi kaum perempuan adalah kebebasan informasi dan liberalisasi pemikiran yang menyangkut tiga hal pokok yaitu human right, women right, dan reproduction right. Liberalisasi pemikiran tidak ada lagi batasan dan melanggar nilai dan moralitas.

Dia mencontohkan gaya hidup sebagaian wanita di Indonesia tidak mempersoalkan lagi seks bebas atas dasar suka sama suka. Kebebasan ini, katanya, akan mengarah kepada tindakan pembiasaan aborsi dengan alasan women right dan reproduksi right. “Ironisnya, Amerika yang kerap disebut-sebut sebagai cerminan free seks telah melakukan gerakan kembali ke virginitas,” ujarnya.