Big Think, Love & Success!!

.

Di Yogyakarta aku Tinggal

Kota Yogyakarta, kota pusat pendidikan di pulau jawa bagian tengah. Menyimpan berjuta kenangan bagi siapapun yang pernah belajar disini...

Berjuta Pesona

Yogyakarta dan pesona nya memikat mata warga dunia. Sudah siapkah menjadi bagiannya?...

Kendalikan Kecepatanmu

Persiapkan diri untuk melaju ikuti perkembangan dunia..

Harmoni dan Kesembangan

Hidup seimbang ciptakan harmonisasi diri..

Keindahan

Keindahan itu adalah impian setiap insan....Keindahan Hidup dalam menuju keabadian

Kamis, 04 Oktober 2012

Bersegera Boleh, Tergesa-gesa Jangan

Ditulis Kembali. Ari Wahyono, S.Pd.T, CHt, CNLP

isti'jaal , i'jaal, ta'ajjul , semuanya mengandung pengertian yang sama yaitu'keinginan untuk menyegerakan atau mempercepat apa-apa yang dihajatkan' atau'orang yang menginginkan agar permintaannya terlaksana dengan cepat' atau'memerintahkan orang lain untuk bersegera dalam suatu masalah'.

 Firman Allah Ta'ala yang menerangkan pengertian seperti itu antara lain :
 "Dan kalausekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan merekauntuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka." (QS. Yunus [10] : 11)

Sedangkan dari segi istilah yang dimaksudkan dengan isti'jaal ialah 'keinginan untukmewujudkan perubahan atas realitas yang tengah dialami oleh kaum muslimin dalamtempo yang sesingkat-singkatnya tanpa memperhatikan lingkungan tanpamemperhitungkan akibat dan tanpa melihat kenyataan juga tanpa persiapan bagipendahuluan system dan sarana. Dengan perkataan lain  
isti'jaal merupakan cara berdakwah menginginkan hasil yang maksimal dengan waktu yang sesingkat mungkin.
"Dan manusia berdo'a untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kejahatansebagai ia berdoa untuk kebaikan. Dan sesungguhnya manusia itu bersifat tergesa-gesa."
(QS. al-Israa' [17] : 11)
"Manusia itu telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa."
(QS. al-Anbiya [21] : 37)

Karena sifat itu merupakan tabiat dasar dari setiap manusia maka Islam menempatkandan menilainya secara adil dan bijaksana. Islam tidak memujinya atau mencelanya secara keseluruhan tetapi memuji sebagian dan mencela sebagian lain dari tabiattersebut.

Isti'jaal akan merupakan sikap yang terpuji asalkan sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengamatan yang cermat dan seksama terhadap dampak dan akibat yangbakal timbul analisis yang akurat terhadap situasi dan kondisi yang ada dan setelahterlebih dahulu menyingkap segala sesuatunya secara akurat. Selain tentunya telahmemiliki pembekalan dan persiapan yang jitu serta proses tahapan yang benar.Inilah sikap isti'jaal yang dilukiskan dalam firman Allah Ta'ala tentang Nabi Musa AS
 "Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?" Musa menjawab,"Itulah mereka yang sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku,agar supaya Engkau ridha kepadaku." (QS. Thaha [20] : 83-84)

Maksudnya setelah terlebih dahulu mengkaji dan memperhatikan segala sesuatunya, Nabi Musa AS menganggap perlu untuk bersegera pergi terlebih dahulu dibandingkankaumnya. Ini karena menurut penilaiannya hal tersebut akan memberikan manfaat danmaslahat yang lebih banyak daripada jika bersama-sama kaumnya.Sedangkan sikap isti'jaal yang tercela yaitu jika mengabaikan perhitungan yang matang. Atau dengan perkataan lain pengambilan keputusan secara cepat namun dengan cara nekad atau membabi-buta. 

Sikap isti'jaal seperti itulah yang dimaksud oleh Rasulullah shallahu alaihi wa sallam saat beliau bersabda kepada Khabbab Ibnul Art.Suatu hari Khabbab mendatangi Nabi mengeluhkan siksaan dan penderitaan yangtengah dialami oleh dirinya dan para sahabat lainnya. Dia kemudian Rasulullah shallahu alaihi wa sallam untuk memohonkan pertolongan dari Allah sertamendo'akannya. 

Rasulullah shallahu alaihi was sallam bersabda :
"Orang sebelum kalian digalikan sebuah lubang untuknya di atas tanah, kemudianmereka dimasukkan ke dalamnya. Setelah itu diambilkan sebuah gergaji dan diletakkandi atas kepalanya hingga terpotong menjadi dua bagian. Akan tetapi, hal tersebut tidak menggoyahkan agamanya. Kemudian ada juga yang disisir besi, sehingga terlepasdaging dari tulangnya. Akan tetapi, hal itu juga tidak menggoyahkan agamanya. Allah pasti akan menyempurnakan masalah ini, sehingga akan berjalan seorang dari Sana'ake Hadramaut, di mana ia tidak sedikitpun terhadap sesuatu kecuali kepada Allah, dandari serigala yang akan menyerang kambingnya. Akan tetapi, kalian terburu-buru." (HR.Bukhari)

Terkadang kita lupa dan tidak sadar bahwa sikap tergesa-gesa itu ditiupkan olehsyaitan. Sebagaimana dalam hadist :

''Sikap berhati-hati itu dari Allah dan sikap tergesa-gesa itu dari syaitan''
(HR. Baihaqi dari Anas Bin Malik ra)  

Padahal islam menyerukan agar kita senantiasa bersikap hati-hati dan waspada dalam segala urusan  melakukan pengamatan yang seksama dan pertimbangan yang tepatsebelum memutuskan berbagai perkara penting dalam kehidupan kita dan melakukanperencanaan yang matang sebelum melaksanakan apa yang menjadi keinginan dan tekad kita. Jangan sampai kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa sehinggahasilnya kurang maksimal dan bahkan menimbulkan dampak buruk yang sangat fatal.

Isti'jaal Dalam Pandangan Islam
 Sikap tergesa-gesa dan terburu-buru merupakan salah satu tabiat yang dimiliki olehmanusia seperti yang telah dinyatakan oleh Allah. Firman-Nya
Di dalam syariat Islam, tidak diperbolehkan seseorang dalam aktivitasnya terutama dalam hal ibadah mahdoh dilakukan dengan tergesa-gesa. Karena saat tergesa-gesa, syaitan selalu ada di dalamnya sehingga hasilnya tidak maksimal.
Namun ada hal-hal yang boleh tergesa-gesa atau bahkan harus dicepat-cepatkan, yaitu dalam hal-hal berikut:
1. Menunaikan kewajiban (hal yang fardhu)
Contohnya:
- shalat fardhu 5 waktu. Saat adzan berkumandang maka secepatnyalah kita menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah
- mengqadha shaum Ramadhan yang bolong baik akibat haid ataupun sakit
2. Membayar hutang
Jika kita memiliki hutang kepada orang lain maka secepatnyalah hutang tersebut dilunasi agar orang yang dihutangi tidak terbeban untuk menagih kepada kita kecuali jika kita sudah berjanji bahwa tanggal sekian akan dibayar maka diperbolehkan untuk membayar pada tanggal yang disepakati asalkan janagan melewati waktu yang telah ditentukan.

3. Bertaubat
Seseorang yang telah melakukan dosa besar seperti berjudi, berzinah, membunuh, dan sebagainya maka secepatnyalah ia memohon ampun kepada Allah dengan melaksanakan shalat taubat dan menyesali serta memperbaiki ahlak dan perilakunya sebelum azal menjemputnya.

4. Menguburkan jenazah
Jika seseorang telah meninggal maka secepatnyalah ia dimandikan, dikafani, dishalatkan lalu dikuburkan. Jangan sampai mayit didiamkan semalaman sampai ditunggu penguburannya esok harinya. Menurut syariat Islam itu tidak diperbolehkan bahkan dianjurkan agar secepatnya dikuburkan karena jenazah tersebut sudah berbeda alam dengan manusia yang masih hidup yakni bukan di alam dunia tetapi di alam kubur.

5. Menikahkan anak gadis setelah ada jodohnya
Jika anak gadis tidak dinikahkan secepatnya maka dikhawatirkan akan timbul fitnah baik dari warga sekitar atau yang lainnya, apalagi jika sudah ada calon suami maka sebaiknya secepatnya dinikahkan supaya terhindar dari fitnah dan lebih dekat dengan rahmat Allah SWT melalui jalur pernikahan yang sah.