Big Think, Love & Success!!

.

Di Yogyakarta aku Tinggal

Kota Yogyakarta, kota pusat pendidikan di pulau jawa bagian tengah. Menyimpan berjuta kenangan bagi siapapun yang pernah belajar disini...

Berjuta Pesona

Yogyakarta dan pesona nya memikat mata warga dunia. Sudah siapkah menjadi bagiannya?...

Kendalikan Kecepatanmu

Persiapkan diri untuk melaju ikuti perkembangan dunia..

Harmoni dan Kesembangan

Hidup seimbang ciptakan harmonisasi diri..

Keindahan

Keindahan itu adalah impian setiap insan....Keindahan Hidup dalam menuju keabadian

Tampilkan postingan dengan label menghindarisikapemosional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menghindarisikapemosional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2011

Menghindari Sikap Emosional

KH. Abdullah Gymnastiar 

Emosional, bisa sangat mengganggu...


Saudaraku yang baik, mungkin saja ada kepuasaan tersendiri ketika suatu tindakan dilakukan secara emosional. Tapi kepuasaan itu belum tentu tepat, karena bisa jadi kepuasaan itu adalah kepuasaan yang tidak baik. Misalkan saja orang tua yang berbeda pendapat dengan anaknya ketika menentukan calon pendamping hidupnya. Sang anak bersikukuh untuk menentukan pilihannya sendiri, sementara orang tua pun tetap berpegang teguh untuk menolak pilihan sang anak.Dengan emosional orang tua anak tersebut tidak mau mengakui lagi sang anak tersebut sebagai darah dagingnya, bahkan dengan teganya sang anak pun diusir dari rumah.


Mungkin kadangkala sikap emosional itu seperti pemecahan masalah tetapi kepuasan yang di dapat sebenarnya hanyalah kepuasaan hawa nafsu, bukan kepuasan yang didasari oleh kebenaran. Percayalah suatu tindakan yang diambil karena dorongan emosi hanya akan menyebabkan penyesalan kemudian.


Kepada saudaraku yang diamanahi kedudukan strategis, sudah semestinya menghindari tindakan-tindakan yang emosional, apalagi jika tindakan emosional itu dilakukan semata-mata karena iri dan prasangka kepada seseorang, seperti ; takut kehilangan jabatan karena orang lain lebih pintar, atau takut orang lain lebih populer dibanding kita. Tindakan emosional seperti ini hanya akan menjatuhkan diri sendiri dan semakin tidak disukai oleh oleh orang lain.


Rasulullah SAW yang mulia setiap tindak langkahnya senantiasa didasari oleh hasil pemikiran yang jernih dan tidak emosional dan inilah yang harus kita contoh dan kita teladani. Maka andaikata para orang tua,guru, dan orang-orang yang mempunyai kedudukan dapat menghindari sikap emosional, tentunya ini akan sangat baik sekali.Semoga kita digolongkan Alloh sebagai orang-orang yang gigih berusaha untuk menghindari sikap emosional.Wallahu a'lam