Big Think, Love & Success!!

.

Di Yogyakarta aku Tinggal

Kota Yogyakarta, kota pusat pendidikan di pulau jawa bagian tengah. Menyimpan berjuta kenangan bagi siapapun yang pernah belajar disini...

Berjuta Pesona

Yogyakarta dan pesona nya memikat mata warga dunia. Sudah siapkah menjadi bagiannya?...

Kendalikan Kecepatanmu

Persiapkan diri untuk melaju ikuti perkembangan dunia..

Harmoni dan Kesembangan

Hidup seimbang ciptakan harmonisasi diri..

Keindahan

Keindahan itu adalah impian setiap insan....Keindahan Hidup dalam menuju keabadian

Selasa, 23 Juli 2013

10 Bidang Bisnis Menjanjikan di 2013

10 pilihan bisnis yang menurut saya bisa beruntung ditahun 2013 ini.
segera saja kita tengok.

bisnis di bidang keuangan/perbankan
layaknya yang kenali bisnis dibidang keuangan ini membutuhkan modal yang cukup besar. lantas sesuai saja dengan dompet kita tiap-tiap. bila memanglah kita tidak memiliki modal yang besar, maka tambah baik tentukan bisnis lain saja, kasihan bila nyatanya kita gagal..

bisnis di bidang teknologi informasi
bisnis dibidang ini umumnya membutuhkan keahlian yang spesial, lantas untuk anda yang memanglah menguasai tehnik dibidang ini, tak perlu lagi untuk melakukan bisnis dibidang ini.

bisnis asuransi
tak hanya membantu orang yang lagi kesulitan, bisnis asuransi ini cukup menjanjikan bila kita bener-benar menggelutinya. menurut saya bisnis asuransi cukup prospek untuk nantinya karena beberapa orang telah mulai kwatir dapat berlangsung musibah yang tidak di idamkan.

bisnis perdagangan saham / valas
bisnis sesungguhnya telah popular sejak th. 2010 tempo hari, dapat saja ada banyak yang berspekulasi bahwa bisnis yaitu haram ( layaknya perjudian ). bila kita nilai dari sisi legalitasnya, bisnis ini sesungguhnya legal yang layak dipertimbangan sebagai bidang bisnis yang pingin anda geluti.

bisnis agen perjalanan / travel
bisnis ini sesungguhnya telah amat prospek setiap th., makin berkembangnya masa maka makin berkembang juga bisnis ini. lantas tak perlu sangsi untuk menentukan bisnis ini.

bisnis minuman
bisnis ini pelan-pelan telah mulai berkembang karena makin menyusutnya pasokan air bersih yang ada. serta umumnya orang saat ini tidak ingin repot lagi memasak air, tambah baik beli air bersih serta siap gunakan. lantas menurut saya bisnis ini tetap amat prospek untuk digerakkan dengan modal kecil.

agrobisnis
usaha agrobisnis ini adalah usaha dari bermacam hasil pertanian yang dapat dikembangkan jadi beragam product pengembangan teknologi dari hasil pertanian tersebut.
bila anda seorang sarjana pertanian atau tengah menggeluti bidang pertanian, saya rasa bisnis ini amat pas untuk anda serta menurut saya bisnis ini dapat amat prospek di th. 2013 ini.

binis garmen / tekstil
bisnis garmen hingga saat ini tetap amat prospek, perihal itu karena keperluan pokok yang perlu dipenuhi oleh tiap-tiap orang. lantas, bisnis ini dapat kita bikin off line ataupun online.
bergantung kita akan tentukan yang mana.

bisnis waralaba
menurut saya bisnis amat pas untuk anda yang tidak memiliki banyak modal. disamping keuntungan yang diperoleh tidak kalah hebatnya, bisnis ini juga telah amat popular. lantas kita yang pingin melakukan bisnis di sini tak perlu repot-repot dibidang marketingnya, umumnya produknya telah dikenal penduduk luas.

bisnis online
bisnis adalah bisnis andalan beberapa onlinekers. siapapun dapat menggerakkan bisnis ini asal memiliki perangkat computer serta internet dirumah. serta bisnis ini menurut saya dapat makin berkembang di th. 2013 ini.

Minggu, 26 Mei 2013

Merasakan Hipnotis : Natural Hypno-State

Oleh. Ari Wahyono

Pernah kah tiba-tiba anda terkaget ketika melihat jam tangan anda?. Saat itu anda sedang mengerjakan hobbi anda. Anda mengalami 'loss time awareness' (baca : kehilangan kesadaran akan waktu).
Ternyata anda sudah mengerjakannya 3 jam. Inilah kejadian yang kemudian di sebut : Natural Hypno-State.

Natural hypnostate adalah keadaan dimana kita mengalami hipnotis secara alami. Nikmat, fokus, asyik, larut sehingga kita tidak menyadari waktu berjalan.

Keadaan serupa akan kita alami dalam beberapa kejadian hidup kita, dan itu terjadi alami.
berikut beberapa hal yang sangat memungkinkan menciptakan keadaan terhipnotis alami itu:

1. Bertamasya di tempat favourite.
2. Memandangi lukisan
3. Berinteraksi dengan Gadget
4. Hubungan seksual
5. Menyanyi dan mendengarkan musik
6. Melamun atau berimajinasi
7. Membaca Novel.
8. Menonton film

Dan akan masih banyak lagi, namun ciri-ciri sederhananya : kita merasa waktu begitu cepat tanpa sadar.






Kamis, 21 Februari 2013

Penolakan Bukan Akhir Segalanya

Oleh. Anne Ahira 
Founder Asian Brain Indonesia
www.asianbrain.com

Jika Anda sedang menghadapi
penolakan:  lamaran pekerjaan yang
ditolak, cinta yang ditolak, ide yang
ditolak, bacalah dulu kisah singkat
orang-orang di bawah ini. Orang-orang
ini membuktikan, penolakan hanyalah
bagian dari sebuah perjalanan
kesuksesan:
  •   Ide mesin fotokopi Xerox pernah
       ditolak oleh 20 perusahaan. Baru
       setelah 7 tahun penolakan itu, mesin
       fotokopi ini bisa diterima. 

  •   Alexander Graham Bell disuruh
       seorang bankir untuk menyingkirkan
      'mainan itu'. Sang bankir menolak
       membeli 'mainan itu' dengan alasan
       tidak membutuhkannya. 'Mainan itu'
       adalah telepon.
  •   Sebanyak 33 penerbit telah menolak
       manuskrip Chicken Soup For The Soul.
       Para editornya percaya, kisah nyata
       pendek yang disusun oleh Jack
       Canfield dan Mark Victor Hansen ini
       tidak menjual. Kini, buku tersebut
       telah terjual lebih dari 100 juta
       kopi di seluruh dunia dan diterbitkan
       dalam 54 bahasa.
  •   Sebuah organisasi yang terdiri dari
       para ahli mengatakan usaha Thomas
       Alfa Edison dalam menciptakan lampu
       listrik sebagai praktik ilmu
       pengetahuan yang sia-sia dan  tak ada
       gunanya mendapatkan perhatian.   
  •   Ide cerita Star Wars karya George
       Lucas pernah ditolak oleh
       studio-studio film ternama Hollywood
       dan setiap jaringan televisi Amerika
       Serikat. Tetapi kini film tersebut
       tercatat sebagai salah satu film
       terlaris sepanjang masa dengan
       perolehan total sebesar $4.45 miliar.
       Belum lagi penghasilan dari penjualan
       merchandise-nya.
  • Rabu, 21 November 2012

    Rukun Sabar

    Oleh. KH Abdullah Gymnastiar


    Ada tiga rukun sabar yang harus dipenuhi supaya kita bisa disebut orang yang benar-benar bersabar.

    1. Menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah.

    2. Menahan lisan untuk tidak mengadu-adu/mengeluhkan kepada makhluk.

    3. Menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak di benarkan ketika terjadi musibah, seperti menampar pipi,

    merobek baju dan sebagainya.

    Inilah tiga rukun kesabaran, jika kita mampu melaksanakannya dengan benar maka cobaan akan berubah menjadi sebuah kenikmatan. Insya Alloh.

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

    “Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya.
    Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman.
    Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya.” (HR.Muslim)

    Sabtu, 03 November 2012

    Tujuh Hijab Hati



    Mari kita kenali tujuh hijab hati agar kita dapat menjauhinya,
    1. "Azzunub", tumpukan dosa tanpa diiringi dg kesungguhan taubat,
    2. "Alwasikh" byk makan minum haram,
    3. "Aljahlu" sangat pintar ilmu dunia tetapi bodoh & malas belajar Islam,
    4. "Alhawa tutbau" Nafsu yg diperturutkan terus menerus, seperti minum air laut yg kesannya menghilangkan dahaga,
    5. "Hubbuddunya", terlalu cinta dunia sehingga tidak peduli lagi halal haram,
    6. "Alzhulmu" byk org yg telah disakiti,
    7. "Asysyaithoonu rookibuhu" karena 1 hingga 6, maka dg mudah syetan menundukkannya sampai tidak sadar manusia itu dalam kesesatan
    Baca dan simak :(QS 7:175).

    Sumber : KH. Muh. Arifin Ilham
    ===================

    Kamis, 04 Oktober 2012

    Bersegera Boleh, Tergesa-gesa Jangan

    Ditulis Kembali. Ari Wahyono, S.Pd.T, CHt, CNLP

    isti'jaal , i'jaal, ta'ajjul , semuanya mengandung pengertian yang sama yaitu'keinginan untuk menyegerakan atau mempercepat apa-apa yang dihajatkan' atau'orang yang menginginkan agar permintaannya terlaksana dengan cepat' atau'memerintahkan orang lain untuk bersegera dalam suatu masalah'.

     Firman Allah Ta'ala yang menerangkan pengertian seperti itu antara lain :
     "Dan kalausekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan merekauntuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka." (QS. Yunus [10] : 11)

    Sedangkan dari segi istilah yang dimaksudkan dengan isti'jaal ialah 'keinginan untukmewujudkan perubahan atas realitas yang tengah dialami oleh kaum muslimin dalamtempo yang sesingkat-singkatnya tanpa memperhatikan lingkungan tanpamemperhitungkan akibat dan tanpa melihat kenyataan juga tanpa persiapan bagipendahuluan system dan sarana. Dengan perkataan lain  
    isti'jaal merupakan cara berdakwah menginginkan hasil yang maksimal dengan waktu yang sesingkat mungkin.
    "Dan manusia berdo'a untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kejahatansebagai ia berdoa untuk kebaikan. Dan sesungguhnya manusia itu bersifat tergesa-gesa."
    (QS. al-Israa' [17] : 11)
    "Manusia itu telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa."
    (QS. al-Anbiya [21] : 37)

    Karena sifat itu merupakan tabiat dasar dari setiap manusia maka Islam menempatkandan menilainya secara adil dan bijaksana. Islam tidak memujinya atau mencelanya secara keseluruhan tetapi memuji sebagian dan mencela sebagian lain dari tabiattersebut.

    Isti'jaal akan merupakan sikap yang terpuji asalkan sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengamatan yang cermat dan seksama terhadap dampak dan akibat yangbakal timbul analisis yang akurat terhadap situasi dan kondisi yang ada dan setelahterlebih dahulu menyingkap segala sesuatunya secara akurat. Selain tentunya telahmemiliki pembekalan dan persiapan yang jitu serta proses tahapan yang benar.Inilah sikap isti'jaal yang dilukiskan dalam firman Allah Ta'ala tentang Nabi Musa AS
     "Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?" Musa menjawab,"Itulah mereka yang sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku,agar supaya Engkau ridha kepadaku." (QS. Thaha [20] : 83-84)

    Maksudnya setelah terlebih dahulu mengkaji dan memperhatikan segala sesuatunya, Nabi Musa AS menganggap perlu untuk bersegera pergi terlebih dahulu dibandingkankaumnya. Ini karena menurut penilaiannya hal tersebut akan memberikan manfaat danmaslahat yang lebih banyak daripada jika bersama-sama kaumnya.Sedangkan sikap isti'jaal yang tercela yaitu jika mengabaikan perhitungan yang matang. Atau dengan perkataan lain pengambilan keputusan secara cepat namun dengan cara nekad atau membabi-buta. 

    Sikap isti'jaal seperti itulah yang dimaksud oleh Rasulullah shallahu alaihi wa sallam saat beliau bersabda kepada Khabbab Ibnul Art.Suatu hari Khabbab mendatangi Nabi mengeluhkan siksaan dan penderitaan yangtengah dialami oleh dirinya dan para sahabat lainnya. Dia kemudian Rasulullah shallahu alaihi wa sallam untuk memohonkan pertolongan dari Allah sertamendo'akannya. 

    Rasulullah shallahu alaihi was sallam bersabda :
    "Orang sebelum kalian digalikan sebuah lubang untuknya di atas tanah, kemudianmereka dimasukkan ke dalamnya. Setelah itu diambilkan sebuah gergaji dan diletakkandi atas kepalanya hingga terpotong menjadi dua bagian. Akan tetapi, hal tersebut tidak menggoyahkan agamanya. Kemudian ada juga yang disisir besi, sehingga terlepasdaging dari tulangnya. Akan tetapi, hal itu juga tidak menggoyahkan agamanya. Allah pasti akan menyempurnakan masalah ini, sehingga akan berjalan seorang dari Sana'ake Hadramaut, di mana ia tidak sedikitpun terhadap sesuatu kecuali kepada Allah, dandari serigala yang akan menyerang kambingnya. Akan tetapi, kalian terburu-buru." (HR.Bukhari)

    Terkadang kita lupa dan tidak sadar bahwa sikap tergesa-gesa itu ditiupkan olehsyaitan. Sebagaimana dalam hadist :

    ''Sikap berhati-hati itu dari Allah dan sikap tergesa-gesa itu dari syaitan''
    (HR. Baihaqi dari Anas Bin Malik ra)  

    Padahal islam menyerukan agar kita senantiasa bersikap hati-hati dan waspada dalam segala urusan  melakukan pengamatan yang seksama dan pertimbangan yang tepatsebelum memutuskan berbagai perkara penting dalam kehidupan kita dan melakukanperencanaan yang matang sebelum melaksanakan apa yang menjadi keinginan dan tekad kita. Jangan sampai kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa sehinggahasilnya kurang maksimal dan bahkan menimbulkan dampak buruk yang sangat fatal.

    Isti'jaal Dalam Pandangan Islam
     Sikap tergesa-gesa dan terburu-buru merupakan salah satu tabiat yang dimiliki olehmanusia seperti yang telah dinyatakan oleh Allah. Firman-Nya
    Di dalam syariat Islam, tidak diperbolehkan seseorang dalam aktivitasnya terutama dalam hal ibadah mahdoh dilakukan dengan tergesa-gesa. Karena saat tergesa-gesa, syaitan selalu ada di dalamnya sehingga hasilnya tidak maksimal.
    Namun ada hal-hal yang boleh tergesa-gesa atau bahkan harus dicepat-cepatkan, yaitu dalam hal-hal berikut:
    1. Menunaikan kewajiban (hal yang fardhu)
    Contohnya:
    - shalat fardhu 5 waktu. Saat adzan berkumandang maka secepatnyalah kita menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah
    - mengqadha shaum Ramadhan yang bolong baik akibat haid ataupun sakit
    2. Membayar hutang
    Jika kita memiliki hutang kepada orang lain maka secepatnyalah hutang tersebut dilunasi agar orang yang dihutangi tidak terbeban untuk menagih kepada kita kecuali jika kita sudah berjanji bahwa tanggal sekian akan dibayar maka diperbolehkan untuk membayar pada tanggal yang disepakati asalkan janagan melewati waktu yang telah ditentukan.

    3. Bertaubat
    Seseorang yang telah melakukan dosa besar seperti berjudi, berzinah, membunuh, dan sebagainya maka secepatnyalah ia memohon ampun kepada Allah dengan melaksanakan shalat taubat dan menyesali serta memperbaiki ahlak dan perilakunya sebelum azal menjemputnya.

    4. Menguburkan jenazah
    Jika seseorang telah meninggal maka secepatnyalah ia dimandikan, dikafani, dishalatkan lalu dikuburkan. Jangan sampai mayit didiamkan semalaman sampai ditunggu penguburannya esok harinya. Menurut syariat Islam itu tidak diperbolehkan bahkan dianjurkan agar secepatnya dikuburkan karena jenazah tersebut sudah berbeda alam dengan manusia yang masih hidup yakni bukan di alam dunia tetapi di alam kubur.

    5. Menikahkan anak gadis setelah ada jodohnya
    Jika anak gadis tidak dinikahkan secepatnya maka dikhawatirkan akan timbul fitnah baik dari warga sekitar atau yang lainnya, apalagi jika sudah ada calon suami maka sebaiknya secepatnya dinikahkan supaya terhindar dari fitnah dan lebih dekat dengan rahmat Allah SWT melalui jalur pernikahan yang sah.

    Rabu, 22 Agustus 2012

    Latihan KONSENTRASI (2)

    Oleh. Ari Wahyono, S.Pd.T, CHt, CNLP

    Baik, saya berharap sudah membaca step 1. Baik latihan berikutnya adalah dengan memfasilitasi modalitas kita (VAK Based). Berbasis modalitas kita dapat berlatih konsentrasi. Berikut latihannya.

    1. Visual Based (Berdasar pengindera VISUAL/Penglihatan)

    Banyak cara, namun berikut saya berikan contoh saja. Pada latihan ini kita melatih konsentrasi kita mengendalikan pandangan kita. Mengamati Objek, Mendetailkan Visualisasi dan menangkap informasi berupa data - info visual seperti gambar, video maupun sebuah kejadian. Bagi yang terlatih maka informasi yang akan kita peroleh akan lebih banyak.
    Ambil lembar kertas kosong ukuran A3 atau A4, ambil spidol. Kemudian buatlah sebuah titik kecil tepat ditengah kertas. kemudian tempelkan kertas ini pada dinding.
    Lakukan latihan dengan memusatkan pandangan anda dari jarak 1 m-1,5 m. Pandang titik itu 10-15 menit. dan buat asosiasi bahwa anda berada di sebuah pintu lorong dan titik pusat itu ujung pandangan. Lakukan 10 menit tiap hari. latihan ini berhasil ketika anda bisa memusatkan kendali pandangan anda hanya pada titik itu. meskipun pada saat itu ada informasi visual di kanan kiri titik itu.
    Tahap berikutnya, gunakan gambar bantu, misalkan ini :


    anda bisa berhasil jika berhasil mengatasi gangguan visual yang tidak penting. Kendalikan kesadaran  pandangan anda untuk hanya melihat sebuah titik di tengah spiral tersebut.

    2. Auditori Based

    Pilihlah waktu hening ketika kita masih dengan mudah memusatkan konsentrasi. Kemudian, alangkah baiknya jika anda latihan berada di tempat yg tenang.
    Latihannya sebagai berikut,
    Pilih posisi yang paling santai. Aturlah nafas anda sampai keadaan teratur, dan anda merasakan udara nafas anda sendiri.
    Latihan dilanjutkan dengan mengenali, menyadari, mengidentiikasi. Pasang indera  pendengaran anda, dan lakukan 'search' dan pusatkan semua konsentrasi pada indera pendengaran anda.
    Dengarkan dan dengarkan. Lakukan identifikasi, dan tingkatkan. Sampai anda bisa mendengar detak jantung anda sendiri, nafas orang lain, dan langkah gesekan, hembusan angin dan seterusnya. Jika dalam satu saat kita berhasil memilah 30-50 suara maka kepekaan konsentrasi anda dalam auditori telah mengalami peningkatan..


    Senin, 20 Agustus 2012

    Bagaimana Mengisi Waktu Kosongmu?

    Oleh. Ari Wahyono, S.Pd.T, CHt, CNLP

    Berapa waktu kosongmu? jika kita menyadari betapa berharganya 24 jam. Maka kita takkan membuatnyanya berlalu sia-sia bukan. Berikut jika setelah melalui proses memanajemen waktu ternyata kita masih juga bertemu kekosongan waktu,  namun tulisan ini dekat kepada kehidupan muslim. Bagi pembaca yang memiliki agama lain bisa menyesuaikan.

    Berdasarkan Waktu Kosong

    10 - 30 Menit

    - gunakan cek jadwal selanjutnya.
    - merapikan catatan
    - mengingatkan appointment (janjian) dengan mitra kerja
    - menelfon orang tercinta
    - mencatat no penting di HP
    - Baca harian
    - edit phone book
    - seleksi dan update e-mail / SMS
    - Edit dan seleksi file di tas, dompet dll
    - bersiap diri
    - sholat dhuha
    - membaca Al Quran
    - membuat note kecil ide segar isi liburan

    30 menit - 1 Jam

    - Memajukan jadwal setelahnya jika ada
    - kerjakan tugas ringan dalam 45 menit
    - catat dan review appointment hari ini
    - mengirimkan order
    - mengirim e-mail penawaran
    - menelfon klien
    - menelfon konsumen
    - Mengerjakan tugas kantor
    - istirahat di rumah
    - makan siang/sore/malam ketika sudah waktunya

    1-2 jam

    - Ketik naskah buku
    - belanja keperluan kerjaan
    - memperbaiki soft ware gadget/upgrade
    - merapikan manajemen data di laptop/tab kita
    - memback up kontak HP/Gadget kita
    - service ringan kendaraan kita
    - cuci kendaraan
    - ceck up alat kerja kita
    - menulis artikel/pemberitaan
























    Mengisi Waktu

    Oleh. Ari Wahyono, S.Pd.T, CHt, CNLP

    manajemen waktu

    Sahabat, kita terkadang memiliki waktu kosong. Yang ternyata setiap orang juga memilikinya. Kadang 10 menit, 20 menit, 1 jam, 4 jam, 1 -2 hari, 1-2 minggu.
    Pertanyaanya, bagaimana kebanyakan orang mengisi waktu kosongnya ini?. Ada banyak cara, namun pastikan kita memilih  cara yang baik. Berikut contoh paradigma yang kadang ada disekitar kita :

    1. Habiskan waktu / membunuh waktu
    Paradigma pertama ini akan membuat pemiliknya santai, bersikap pasif. Bahkan ia akan mencari aktivitas yang tidak peduli penting atau tidaknya. Beberapa yang lain akan mencari aktivitas yang membuatnya asik, larut hingga ia mengalami 'natural trance'. Ia lupa waktu. Ada yang ke warnet, nonton film, iseng2, ke pemancingan telfon teman dll.

    2. Mengisi waktu dengan schedule berikutnya
    Ketika waktu kosong kita majukan jadwal berikutnya, meski nanti tentu ada yang kosong lagi namun paradigma ini cukup membantu kita memanfaatkan waktu.

    3. Siap aktivitas cadangan
    Paradigma ketiga adalah antisipatif. Saat agenda A lepas, batal. Ia punya agenda B, C dan D yang semuanya menunjang pekerjaan, karir dan cita-citanya. Paradigma ini yang sempurna. Meski sisi negatifnya banyak yang mengatakan ia orang 'serius' gak pernah 'santai'.

    Anda termasuk yang mana? Selamat merenungi. Untuk tahu lebih jauh tipsnya. baca artikel yang lain...

    Sabtu, 11 Agustus 2012

    Panduan Singkat I'Tikaf Ramadhan

    Oleh. Ari Wahyono, S.Pd.T, CHt, CNLP
    Larut dalam Sujud : I'tikaf


    Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
    Ada suatu amalan di bulan Ramadhan yang mesti kita ketahui bersama demi meraih banyak pahala di bulan tersebut. Amalan tersebut adalah i'tikaf. Bagaimanakah tuntunan Islam dalam menjalankan i'tikaf  di bulan Ramadhan? Berikut panduan ringkas yang semoga bermanfaat bagi para pengunjung rumaysho.com sekalian. Semoga Allah senantiasa memberkahi.
    I’tikaf secara bahasa berarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syar’i, i’tikaf berarti menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat.[1]

    Dalil Disyari’atkannya I’tikaf
    Ibnul Mundzir mengatakan, “Para ulama sepakat bahwa i’tikaf itu sunnah, bukan wajib kecuali jika seseorang mewajibkan bagi dirinya bernadzar untuk melaksanakan i’tikaf.”[2]
    Dari Abu Hurairah, ia berkata,
    كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا
    Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beri'tikaf selama dua puluh hari”.[3]
    Waktu i’tikaf yang lebih afdhol adalah di akhir-akhir ramadhan (10 hari terakhir bulan Ramadhan) sebagaimana hadits ‘Aisyah, ia berkata,
    أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
    Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri'tikaf setelah kepergian beliau.”[4]
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dengan tujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar, untuk menghilangkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Rabbnya, banyak berdo’a dan banyak berdzikir ketika itu.[5]
    I’tikaf Harus Dilakukan di Masjid
    Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,
    وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
    (Tetapi) janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah: 187). Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali. Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Para ulama sepakat bahwa disyaratkan melakukan i’tikaf di masjid.”[6] Termasuk wanita, ia boleh melakukan i’tikaf sebagaimana laki-laki, tidak sah jika dilakukan selain di masjid.[7]
    I’tikaf Boleh Dilakukan di Masjid Mana Saja
    Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”. [8]
    Imam Bukhari membawakan Bab dalam kitab Shahihnya, “I’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramdhan dan i’tikaf di seluruh masjid.” Ibnu Hajar menyatakan, “Ayat tersebut (surat Al Baqarah ayat 187) menyebutkan disyaratkannya masjid, tanpa dikhususkan masjid tertentu”[9].[10]
    Para ulama selanjutnya berselisih pendapat masjid apakah yang dimaksud. Apakah masjid biasa di mana dijalankan shalat jama’ah lima waktu[11] ataukah masjid jaami’ yang diadakan juga shalat jum’at di sana?
    Imam Malik mengatakan bahwa i’tikaf boleh dilakukan di masjid mana saja (asal ditegakkan shalat lima waktu di sana, pen) karena keumuman firman Allah Ta’ala,
    وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
    sedang kamu beri'tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah: 187). Ini juga menjadi pendapat Imam Asy Syafi’i. Namun Imam Asy Syafi’i rahimahullah menambahkan syarat, yaitu masjid tersebut diadakan juga shalat Jum’at.[12] Tujuannya di sini adalah agar ketika pelaksanaan shalat Jum’at, orang yang beri’tikaf tidak perlu keluar dari masjid.
    Kenapa disyaratkan di masjid yang ditegakkan shalat jama’ah? Ibnu Qudamah katakan, “Shalat jama’ah itu wajib (bagi laki-laki). Jika seorang laki-laki yang hendak melaksanakan i’tikaf tidak berdiam di masjid yang tidak ditegakkan shalat jama’ah, maka bisa terjadi dua dampak negatif: (1) meninggalkan shalat jama’ah yang hukumnya wajib, dan (2) terus menerus keluar dari tempat i’tikaf padahal seperti ini bisa saja dihindari. Jika semacam ini yang terjadi, maka ini sama saja tidak i’tikaf. Padahal maksud i’tikaf adalah untuk menetap dalam rangka melaksanakan ibadah pada Allah.”[13]
    Wanita Boleh Beri’tikaf
    Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf.  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ - قَالَ - فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i'tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa'id) berkata: Kemudian 'Aisyah radhiyallahu 'anha meminta izin untuk bisa beri'tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”[14]
    Dari ‘Aisyah, ia berkata,
    أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
    Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri'tikaf setelah kepergian beliau.”[15]
    Namun wanita boleh beri’tikaf di masjid asalkan memenuhi 2 syarat: (1) Meminta izin suami dan (2) Tidak menimbulkan fitnah (godaan bagi laki-laki) sehingga wanita yang i’tikaf harus benar-benar menutup aurat dengan sempurna dan juga tidak memakai wewangian.[16]
    Lama Waktu Berdiam di Masjid
    Para ulama sepakat bahwa i’tikaf tidak ada batasan waktu maksimalnya. Namun mereka berselisih pendapat berapa waktu minimal untuk dikatakan sudah beri’tikaf. [17]
    Bagi ulama yang mensyaratkan i’tikaf harus disertai dengan puasa, maka waktu minimalnya adalah sehari. Ulama lainnya mengatakan dibolehkan kurang dari sehari, namun tetap disyaratkan puasa. Imam Malik mensyaratkan minimal sepuluh hari. Imam Malik  juga memiliki pendapat lainnya, minimal satu atau dua hari. Sedangkan bagi ulama yang tidak mensyaratkan puasa, maka waktu minimal dikatakan telah beri’tikaf adalah selama ia sudah berdiam di masjid dan di sini tanpa dipersyaratkan harus duduk.[18]
    Yang tepat dalam masalah ini, i’tikaf tidak dipersyaratkan untuk puasa, hanya disunnahkan[19]. Menurut mayoritas ulama, i’tikaf tidak ada batasan waktu minimalnya, artinya boleh cuma sesaat di malam atau di siang hari.[20] Al Mardawi rahimahullah mengatakan, “Waktu minimal dikatakan i’tikaf pada i’tikaf yang sunnah atau i’tikaf yang mutlak[21] adalah selama disebut berdiam di masjid (walaupun hanya sesaat).”[22]
    Yang Membatalkan I’tikaf
    1. Keluar masjid tanpa alasan syar’i dan tanpa ada kebutuhan yang mubah yang mendesak.
    2. Jima’ (bersetubuh) dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah ayat 187. Ibnul Mundzir telah menukil adanya ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa yang dimaksud mubasyaroh dalam surat Al Baqarah ayat 187 adalah jima’ (hubungan intim)[23].
    Yang Dibolehkan Ketika I’tikaf
    1. Keluar masjid disebabkan ada hajat yang mesti ditunaikan seperti keluar untuk makan, minum, dan hajat lain yang tidak bisa dilakukan di dalam masjid.
    2. Melakukan hal-hal mubah seperti mengantarkan orang yang mengunjunginya sampai pintu masjid atau bercakap-cakap dengan orang lain.
    3. Istri mengunjungi suami yang beri’tikaf dan berdua-duaan dengannya.
    4. Mandi dan berwudhu di masjid.
    5. Membawa kasur untuk tidur di masjid.
    Mulai Masuk dan Keluar Masjid
    Jika ingin beri’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka seorang yang beri’tikaf mulai memasuki masjid setelah shalat Shubuh pada hari ke-21 dan keluar setelah shalat shubuh pada hari ‘Idul Fithri menuju lapangan. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits ‘Aisyah, ia berkata,
    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ - قَالَ - فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ
    Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus i'tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa'id) berkata: Kemudian 'Aisyah radhiyallahu 'anha meminta izin untuk bisa beri'tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”[24]
    Namun para ulama madzhab menganjurkan untuk memasuki masjid menjelang matahari tenggelam pada hari ke-20 Ramadhan. Mereka mengatakan bahwa yang namanya 10 hari yang dimaksudkan adalah jumlah bilangan malam sehingga seharusnya dimulai dari awal malam.
    Impianku : I'Tikaf di 1434 H

    Adab I’tikaf
    Hendaknya ketika beri’tikaf, seseorang menyibukkan diri dengan melakukan ketaatan seperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qur’an dan mengkaji hadits. Dan dimakruhkan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat.[25]
    Semoga panduan singkat ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan membuahkan amalan tentunya.
    Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.

    Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
    Cuplikan dari Buku Panduan Ramadhan


    [1] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/1699.
    [2] Al Mughni, 4/456.
    [3] HR. Bukhari no. 2044.
    [4] HR. Bukhari no. 2026 dan  Muslim no. 1172.
    [5] Latho-if Al Ma’arif, hal. 338
    [6] Fathul Bari, 4/271.
    [7] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/13775.
    [8] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/151.
    [9] Fathul Bari, 4/271.
    [10] Adapun hadits marfu’ dari Hudzaifah yang mengatakan, ”Tidak ada i’tikaf kecuali pada tiga masjid yaitu masjidil harom, masjid nabawi dan masjidil aqsho”; perlu diketahui, hadits ini masih diperselisihkan statusnya, apakah marfu’ (sabda Nabi) atau mauquf (perkataan sahabat). (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/151). Jika melihat perkataan Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah, beliau lebih memilih bahwa hadits tersebut hanyalah perkataan Hudzaifah ibnul Yaman. Lihat Fathul Bari, 4/272.
    [11] Walaupun namanya beraneka ragam di tempat kita, baik dengan sebutan masjid, musholla, langgar, maka itu dinamakan masjid menurut istilah para ulama selama diadakan shalat jama’ah lima waktu di sana untuk kaum muslimin. Ini berarti jika itu musholla rumahan yang bukan tempat ditegakkan shalat lima waktu bagi kaum muslimin lainnya, maka ini tidak masuk dalam istilah masjid. Sedangkan dinamakan masjid Jaami’ jika ditegakkan shalat Jum’at di sana. Lihat penjelasan tentang masjid di Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/13754.
    [12] Lihat Al Mughni, 4/462.
    [13] Al Mugni, 4/461.
    [14] HR. Bukhari no. 2041.
    [15] HR. Bukhari no. 2026 dan  Muslim no. 1172.
    [16] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/151-152.
    [17] Lihat Fathul Bari, 4/272.
    [18] Idem.
    [19] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/153.
    [20] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/154.
    [21] I’tikaf mutlak, maksudnya adalah i’tikaf tanpa disebutkan syarat berapa lama.
    [22] Al Inshof, 6/17.
    [23] Fathul Bari, 4/272.
    [24] HR. Bukhari no. 2041.
    [25] Lihat pembahasan I’tikaf di Shahih Fiqh Sunnah, 2/150-158.